Indikator Makro Ekonomi Provinsi Maluku Tahun 2005-2015

Tabel 1. Indikator Makro Ekonomi Provinsi Maluku Tahun 2005-2015

q1

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku

Tabel 1.1 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) VS % Penduduk Miskin

q2

Sumber : http://maluku.bps.go.id

q3

Gambar 1. Diagram Scatter Plot Korelasi antara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dengan % Penduduk Miskin Provinsi Maluku Tahun 2005-2015

Besarnya angka pengangguran terbuka mempunyai implikasi sosial yang luas karena mereka yang tidak bekerja tidak mempunyai pendapatan. Semakin tinggi angka pengangguran terbuka maka semakin besar potensi kerawanan sosial yang ditimbulkannya contohnya kriminalitas. Sebaiknya semakin rendah angka pengangguran terbuka  maka semakin stabil kondisi sosial dalam masyarakat. Sangatlah tepat jika pemerintah seringkali menjadikan indikator ini sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka Pengangguran Terbuka di Indonesia selama Periode 2005 ke 2013 terus mengalami penurunan dari 15,01 persen menjadi 14,4 persen, 12,9 persen, 10,6 persen, 10,5 persen,9,96 persen, 7,37 persen, 7,5 persen. Namun pada periode 2014 mengalami kenaikan menjadi 10,5 persen. Namun pada periode 2015 mengalami penurunan kembali menjadi 9,93 persen.

Garis kemiskinan pada periode 2005 ke 2006 sempat naik dari 32,28 persen menjadi 33,03 persen. Namun dari tahun 2006 sampai 2014 terus mengalami penurunan. Namun terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin pada periode tahun 2014 ke 2015 mengalami kenaikan dari 18,44 persen ke 19,51 persen.

Besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh garis kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita perbulan di bawah Garis Kemiskinan.

Gambar 1. Menjelaskan hubungan korelasi antara variabel Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dengan % Penduduk Miskin di Provinsi Maluku dengan menggunakan data 2005 sampai 2015. Berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2 = 0,5912) dan slope persamaan bernilai POSITIF (hubungan searah), menunjukkan bahwa kedua variabel memiliki korelasi (hubungan) yang sangat kuat dengan arah positif. Artinya jika Tingkat Pengangguran terbuka tinggi maka persentase penduduk miskinnya akan bertambah.

Tabel 1.2 Laju Pertumbuhan Ekonomi VS Inflasi Provinsi Maluku

q4

Sumber : http://maluku.bps.go.id

q5

Gambar 2. Diagram Scatter Plot Korelasi antara Laju Pertumbuhan Ekonomi dengan inflasi Provinsi Maluku Tahun 2010-2015

Pada Periode 2010–2014 inflasi hanya berada pada kisaran 1 (satu) digit. Tingkat inflasi dapat digunakan sebagai ukuran kestabilan perekonomian daerah. Inflasi Provinsi Maluku terlihat semakin terkendali di bawah dua digit. Selama enam tahun terakhir tercatat inflasi Provinsi Maluku berada di bawah 10 persen, bahkan di tahun ini hanya sebesar 5,92 persen.

Gambar 2. Menjelaskan hubungan korelasi antara variabel Laju Pertumbuhan Ekonomi dengan Inflasi di Provinsi Maluku dengan menggunakan data 2010 sampai 2015. Berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2 = 0,0261) menunjukkan bahwa kedua variabel tidak memiliki korelasi. Hubungan antara Laju Pertumbuhan Ekonomi dengan Inflasi di Provinsi Maluku dari tahun 2010 sampai 2015 menunjukkan “NEGATIF” (Hubungan terbalik). Artinya semakin tinggi Laju pertumbuhan Ekonomi maka tingkat inflasi akan semakin stabil atau cenderung rendah.

Tabel 1.3 Inflasi Provinsi Maluku VS Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT)

Q6

Sumber : http://maluku.bps.go.id

Q7

Gambar 3. Diagram Scatter Plot Korelasi antara Inflasi Provinsi Maluku dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Maluku Tahun 2005-2015

Pada Periode 2010-2014 infalsi hanya berada pada kisaran 1 (satu) digit. Tingkat inflasi dapat digunakan sebagai ukuran kestabilan perekonomian daerah. Inflasi Provinsi Maluku terlihat semakin terkendali di bawah dua digit. Selama enam tahun terakhir tercatat inflasi Provinsi Maluku berada di bawah 10 persen, bahkan di tahun ini hanya sebesar 5,92 persen.

Besarnya angka pengangguran terbuka mempunyai implikasi sosial yang luas karena mereka yang tidak bekerja tidak mempunyai pendapatan. Semakin tinggi angka pengangguran terbuka maka semakin besar potensi kerawanan sosial yang ditimbulkannya contohnya kriminalitas. Sebaliknya semakin rendah angka pengangguran terbuka maka semakin stabil kondisi dalam masyarakat. Sangatlah tepat jika pemerintah seringkali menjadi indikator ini sebagai tolok ukur keberhasilan pembangunan.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka pengangguran Terbuka di Indonesia selama Periode 2010 ke 2011 turun dari 9,96 persen menjadi 7,37 persen. Kemudian terus mengalami kenaikan pada periode 2011 sampai 2014 dari 7,37 persen ke 7,51 persen dan mengalami kenaikan kembali menjadi 9,75, pada periode 2014 mengalami kenaikan menjadi 10,5 persen. Namun pada periode 2015 mengalami penurunan menjadi  9,93 persen.

Gambar 3. Menjelaskan hubungan korelasi antara variabel Inflasi Provinsi Maluku dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Maluku dengan menggunakan data 2010 sampai 2015. Berdasarkan nilai koefisien determinasi (R2 = 0,3825) menunjukkan bahwa kedua variabel tidak memiliki korelasi (hubungan). Hubungan antara Inflasi Provinsi Maluku dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi  Maluku dari tahun 2010 sampai 2015 menunjukkan “POSITIF” (Hubungan Searah). Artinya jika Tingkat inflasi tinggi maka akan menyebabkan bertambahnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).

 

Advertisements

Belajar Sukses dari Analogi Gunung

Belajarlah dari Analogi Gunung

Apa yang kamu lihat pada saat pertama kali melihat gunung?

Gunung akan terlihat berwarna hitam disaat kamu melihatnya dari kejauhan.

Tetapi disaat kamu mencoba mendekatinya, menuju ke Gunung menikmati setiap perjalanannya dengan menggunakan mobil kamu belum akan merasakan lelah. Pada akhirnya kamu jumpai gunung terlihat begitu indah, hijau nan asri disaat kamu sudah mulai dekat. Hingga tiba disana kamu ingin melihat keindahan yang tersembunyi di dalamnya. Kamu berusaha berjalan setapak demi setapak untuk sampai ke puncak. Pada akhirnya kamu akan merasakan bahwa untuk sampai ke puncak, butuh usaha yang amat keras untuk kamu dapat kesana. Disini akan mulai mendaki ada yang akan tereliminasi, pembuktian mana orang-orang yang serius atau yang tidak serius mencapai puncak akan terlihat.

Sama halnya dalam hidup untuk meraih sukses adalah tidak hanya melihat dan berkata saya ingin sukses. Tetapi semuanya harus dilakukan dengan tindakan dan kerja keras. Siapa yang bersungguh-sungguh meraih sukses maka sukses itupun akan datang padanya. Percayalah.

Seleksi Alam dimulai, jangan menghindar tetaplah berjalan dan menghadapinya.

Laa Quwwata illaabillah “sesungguhnya atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”.

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahaan”(QS. Al-Insyirah:5)

Kartu Hijau sakti E-PASPOR

e-paspor cukup dikenal baru di Indonesia. Apa aja sih kelebihannya e-paspor dan kenapa Anda harus memilikinya, kali ini kita kulik Apa itu E-Paspor, keuntungan dan bagaimana prosedur pembuatannya yuk…

1. KELEBIHAN DAN KEUNTUNGAN KARTU HIJAU SAKTI E-PASPOR

Hay buat Anda seorang Traveler memiliki e-paspor akan menambah banyak keuntungan. Salah satunya pergi ke JAPAN bebas Visa. Perbedaan e-paspor dengan paspor biasa , untuk bentuk rupa sekilas sama yang membedakan disini adalah  adanya chip yang ditanam di bagian depan berisi data biometrik pemilik paspor tersebut sehingga e-paspor sulit untuk dipalsukan. Bagi Anda yang memiliki e-paspor tak perlu mengantre di pemeriksaan imigrasi. Anda bisa langsung menuju autogate untuk memindai e-paspor sebelum masuk ke boarding gate. Jika Anda pernah di tolak visa kunjungan karena paspor biasa, kali ini tidak perlu khawatir karena dengan memiliki e-paspor visa kunjungan lebih mudah didapat. Begitu saktinya kelengkapan data yang ada di e-paspor.

Walaupun dilansir harganya cukup mahal dibanding dengan paspor biasa tapi dengan banyaknya kemudahan yang diapat setidaknya tidak sebanding dengan harga yang berbeda Rp 300.000,-.

Harga pembuatan pasport Biasa Sebesar 355.000,sedangkan untuk e-paspor Biaya dikeluarkan:

Biaya Paspor         : Rp 600.000,-

Jasa TI Biometrik : Rp   55.000,-

Jumlah                   : Rp 655.000,- 

WhatsApp Image 2018-01-12 at 10.08.48 (1)

 

2. PROSEDUR PEMBUATAN KARTU HIJAU SAKTI E-PASPOR

Prosedur pembutan paspor baik itu paspor biasa atau e-paspor sama saja, yakni:

a. Download Aplikasi “Antrian Paspor” di HP Anda.

b. Muncul Permohonan Antrian dan pilih kantor imigrasi mana yang ingin anda datangi.

c. Isi Form Permohonan Antrian (berisikan tanggal dan waktu)

d. Setelah itu berhasil lihat di Jadwal , download dan simpan PDF nya karena kode booking akan digunakan pada saat kunjungan pengumpulan berkas ,wawancara dan foto paspor di kantor imigrasi.

 

e. Setelah mengetahui jadwalnya “Datang ke kantor Imigrasi” sesuai jadwal yang tertera pada permohonan antrian yang Anda punya.

f. Minta pada petugas imigrasi dan isi Form pembuatan Pasport dan Surat perntaraan (di surat pernyataan ini membutuhkan materai, jadi jangan lupa untuk membawa MATERAI)

g. setelah diisi langsung masuk ke tempat antrian untuk mendapatkan nomor urut COUNTER. Sebelum masuk antrian berkas yang harus di siapkan dan urutannya adalah

– Printan PDF Antian Online

– Surat Pernyataan (sebelah kanan atas dibubuhi kode booking)

– Formulis data diri pembuatan pasport

– FC KTP

– FC KK

– FC AKTE LAHIR

– FC BUKU NIKAH

– FC SURAT KETERANGAN DOMISILI

Jangan lupa bawa Aslinya dan jangan lupa dipisah pemberkasannya.

setelah itu jangan lupa masuk ke antrian sesuai jamnya ya. misal Anda dijadwalkan datang pukul 08.00-09.00, setelah meminta form oleh petugas di isi, dan langsung antri di antrian pengambilan nomor.

h. menunggu antrian COUNTER utuk wawancara dan Foto.

i. Diberikan bukti cetak untuk pembayaran di Teller bank manapun dan pengambilan Paspor.

j. Kira-kira datang lagi untuk berkunjung itu untuk pengambilan paspor biasa kurang lebih 3 hari sedangkan untuk e-paspor kurang lebih memakan waktu 5 hari setelah pembayaran karena ada pemasangan chip yang lebih hati-hati agar dapat digunakan dan terbaca pada saat pemeriksaan imigrasi di negara tujuan.

Jangan lupa Anda harus memperhatihan waktu pengambilan paspor.

WhatsApp Image 2018-01-18 at 14.58.06 (3)

k. Setelah 5 hari setelah pembayaran , saatnya proses pengambilan paspor. Beikut bentuk E-Paspor dan suasana pada saat pengambilan paspor.

  • Menjumpai Vending Machine seperti dibawah ini. Tapi kalau di Jakarta Timur, pada saat datang belum ada petunjuk untuk menggunakan sendiri mesin antrian tersebut. Jadi apabila Anda datang pertama kali langsung letakkan kertas dimasukkan kedalam paku. Sambil menunggu petugas jaga yang akan menscan bukti pembayaran untuk mendapatkan nomor antrian (sebenernya kurang efektif ya, karena fungsi Vending Machine antrian tersebut seharusnya digunakan untuk meminimalkan tenaga kerja manusia , mungkin kedepannya fungsi petugas jaga jangan membantu tapi hanya mengarahkan, supaya budaya terbiasa menggunakan vending machine dapat terbentuk). Selebihnya pelayanan “Very Good”.

 

 

WhatsApp Image 2018-01-18 at 14.53.27

Nomor antrian akan mulai dibagikan pada pukul 09.00 wib dan loket baru akan buka tepat pukul 10.00 wib (sebenarnya sih maunya lebih pagi pukul 09.00 wib ^^) , setelah loket buka langsung pengambilan sesuai nomor urut antrian (cepet kok jarak antrian satu dengan antrian yang lain cuma 5 menit).

Berikut rupa e-paspor

Jangan lupa berikan kepuasan layanan

WhatsApp Image 2018-01-18 at 14.53.48

Butuh info untuk pembuatan vending machine, kiosk Antrian dll kunjungi web http://www.multiinfosolusi.co.id

Sekian dan terima kasih

RAILINK SOLUSI KEMACETAN JAKARTA

Moda Transportasi terbaru yang ada di Jakarta yaitu “RAILINK”.

WhatsApp Image 2018-01-04 at 15.45.51

WhatsApp Image 2018-01-04 at 16.09.29

RAILINK resmi dibuka pada tanggal 2 Januari 2018 oleh Bapak Presiden Jokowi. Sambutan meriah dari masyarakat untuk menggunakannya sudah terlihat dari tanggal 26 Desember – 1 Januari 2018, Tiket RAILINK pada saat itu dengan tarif Rp 30.000,- dan setelah diresmikan Tiket menjadi Rp 70.000,- .

WhatsApp Image 2018-01-04 at 15.45.51 (1)

Pembelian Tiket KA Bandara Soekarno-Hatta menggunakan sistem tiket berbasis online Airport Railways Ticketing System (ARTS). 3 Cara pemesanan Tiket :

  1. Internet Booking ( http://www.reservationrailink.co.id )
  2. Mobile Application
  3.  Vending Machine

Pembayaran : semua kartu debit, kredit, dan prepaid berlogo Visa, Mastercard, JCB.

WhatsApp Image 2018-01-04 at 16.08.59

WhatsApp Image 2018-01-04 at 16.12.52

WhatsApp Image 2018-01-04 at 15.45.51 (2)

WhatsApp Image 2018-01-04 at 15.43.11

Setelah itu untuk menuju ke terminal 1,2 dan 3 ada fasilitas gratis yang dapat anda pakai yaitu Skytrain.

WhatsApp Image 2018-01-12 at 10.50.55

Selamat Liburan ^^.

 

 

Penyedia Enclosure Tablet dan Vending Machine web http://www.multiinfosolusi.co.id

 

Mortalitas dan Morbiditas di Negara Chili

1. Analisis Tingkat Mortalitas dan Mobiditas di Chili

1.1 Gambaran Umum Chili

Chile-Flag-Dilapisi-poster-dekorasi-Rumah-Lukisan-Modern-perpustakaan-negara-Peta-Dunia-cafe-Restaurant-wall-art
Peta Negara Chili

Chili (Chile, Chili, atau Cile) adalah sebuah negara berdaulat di Benua Amerika, terletak di bagian tenggara  Amerika Selatan. Nama resmi negara ini adalah Republik Chili (bahasa Spanyol: República de Chile), dengan ibu kota dan pusat pemerintahan di Kota Santiago.

Chili mempunyai tiga zona yaitu: Zona Chili kontinental atau daratan utama Chili, berupa jalur sempit di pantai barat Kerucut Selatan, yang sebagian besarnya membujur dari pesisir tenggara Samudera Pasifik sampai Andes, di antara 17o 29’57” LS dan 56o 32’ LS, sepanjang 4.270 km. Lebar maksimum mencapai 445 km pada 52o 21’ LS sampai Selat Magelhaens, lebar minimum 90 km pada 31o 37’ LS antara Punta Amolanas dan Paso de la Casa de Piedra, dan lebar rerata adalah 175 km.  Chili berbatasan di darat dengan Peru di utara, Bolivia dan Argentina di timur, seluruhnya sepanjang 6.339 km, dan di selatan dengan Selat Drake. Negara Bersama-sama Ekuador, Chili merupakan Negara di Amerika Selatan yang tidak berbatasan darat dengan Brasil. Zona Chili insular (Chili kepulauan), berupa sekumpulan pulau-pulau vulkanik di Samudera Pasifik bagian selatan, yaitu Kepulauan Jauan Dernandezdan Kepualauan Desventuradas yang merupakan bagian dari Amerika Selatan, serta Isla Salas y Gomez dan Pulau Paskah yang secara geografis terletak di Polinesia. Zona Teritori Antarktika Chili, yaitu sebuah zana seluas 1.250.257,6 km2 di Antarktika, antara 53o BB dan 90o BB yang diklaim Chili sebagai bagian dari wilayah kedaulatannya, perbatasannya di selatan dengan Kutub Selatan. Klaim ini ditangguhkan sesuai dengan Sistem Traktat Antarktika, di mana Chili adalah salah satu pesertanya, padahal ketidakturutsertaan dalam system traktat ini akan mengharuskan Chili melepaskan klaimnya. Karena letaknya di Benua Amerika, Oseania, dan Antarktika. Chili menyatakan dirinya sebagainegata tiga benua. (The World Factbook, 2016)

Populasi Chili sebelum datangnya orang Spanyol bertambah dari hanya beberapa ribu jiwa pada zaman Paleo-Indian, atau kira-kira millennium ke-7 SM, menjadi sebanyak 1.200.000 pada abad ke-16 M. Pada saat itu, Negara ini didiami oleh beraneka ragam kebudayaan aborigin yang terletak di sepanjang pita membujur, bahkan di seberang Andes dan wilayah Argentina, hingga mencapai Samudera Atlantik. Sejak Abad ke-11 di utara Negara ini, orang Aymara, orang Atacama dan diaguita lainnya merintis budidaya pertanian yang sangat terpengaruh oleh Kerajaan Inka dari akhir abad ke-15, mereka mendominasi bagian utara wilayah ini didiami oleh orang Chango. Di selatan sungai terdapat berbagai macam komunitas semi-nomaden Mapuche, yakni kelompok etnik asli terbesar di Negara ini. Di selatan kanal terdapat kelompok-kelompok asli yang berbeda-beda, seperti orang Aonikenk, Caucahue, Chono/Chinorro, Kaweswar, Selknam, dan Yaghan. Di Pulau Paskah berkembang sebuah kebudayaan Polinesia tinggi dan misterius yang kini hampir punah. Kira-kira 10.000 tahun lalu, orang Amerika asli berhijrah dan kemudian menetap di lembah-lembah subur dan kawasan pesisir yang kini disebut Chili. Contoh situs-situs pemukiman yang paling dini adalah Monte Verde, Monumen Alam Cueva del Milodon, dan tuba lava Kawah Pali Aike. Orang Inka sempat memperluas imperium mereka hingga utara Chili, tetapi orang Mapuche (atau Orang Spanyol menyebutnya sebagai Orang Araukan) berhasil mencegah segala upaya Imperium Inka untuk menyerapnya, meskipun orang Mapuche tidak memiliki organisasi kenegaraan yang baik. Mereka berjuang melawan Tupac Inca Yupanqui (yakni Sapa Inka ke-10) dan angkatan daratnya. Hasil dari konfrontasi tiga hari yang berdarah, atau dikenal sebagai Pertempuran Mahulele, adalah bahwa penaklukan Inka terhadap wilayah Chili berjuang di Sungai Mahulele. (The World Factbook, 2016)

Republik Chili adalah sebuah Negara kesatuan demokratis dengan system presidensial, terdiri dari berbagai institusi yang otonom seperti yang dikehendaki konstitusi dengan fungsi-fungsi tertentu dan dengan kompetensi yang terdistribusi baik di antara organ-organ Negara, yang tidak sama dengan doktrin tradisional pemisahan kekuasaan. Konstitusi terkini Chili disetujui melalui sebuah referendum nasional pada tanggal 11 September 1980, di bawah pemerintahan militer Augusto Pinochet. Konstitusi ini, yakni konstitusi ke 10 dalam sejarah konstitusi Chili, telah menjadi dokumen fundamental Negara sejak tanggal 11 Maret 1981. Setelah kekalahan Pinochet dalam referendum tahun 1988, konstitusi ini diamandemen untuk mempermudah ketentuan amandemen pada masa depan. Sejak tahun 1989, konstitusi ini telah diamandemen sebanyak 14 kali. Pada bulan September 2005. Presiden Ricardo Lagos mengundangkan beberapa amandemen yang diloloskan oleh Kongres. Amandemen-amandemen ini menghapus kedudukan senator yang ditunjuk dan senator seumur hidup, memberi Presiden kewenangan menghilangkan panglima tertinggi angkatan bersenjata, dan mengurangi masa jabatan kepresidenan dari enam tahun menjadi empat tahun. (OECD,2015)

Chili terletak disepanjang zona rapat gempa dan gunung berapi, menjadi bagian dari Cincin Api Pasifik, sebagai akibat dari subduksi lempeng Nazca dan Lempeng Antarktika di dalam Lempeng Amerika Selatan. Pada akhir era Paleozoikum, 251 juta tahun lalu, Chili masih berupa depresi akumulasi endapan laut yang mulai naik pada akhir era Mesozoikum, 65 juta tahun lalu, karena terjadinya tumbukan anatara Lempeng Nazca dan Lempeng Amerika Selatan, yang kemudian membentuk Andes.Wilayah ini terbentuk selama jutaan tahun karena melipatnya bebatuan, menyusun relief seperti yang terwujud sekarang ini. Relief Chili dibentuk oleh depresi pertengahan, yang melintasi Negara ini secara longitudinal. Berdasarkan data dari United Nations tahun 2016, jumlah penduduk Chili pada tahun 2016 sebesar 17.948 juta jiwa. Sekitar 90 persen populasi penduduk terletak di Sepertiga tengah Negara sekitar ibukota Santiago. (The World Factbook, 2016)

Grafik 1.1

Tren Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk Negara Chili Tahun 2000 –  2015

5
Sumber: World Bank, 2016

Chili adalah Negara berpenghasilan tinggi-menengah terletak di kerucut Selatan Amerika Selatan, dengan total populasi di tahun 2015 sebesar  17.948.000 penduduk. Hal ini dianggap untuk menjadi bangsa pengembangan menengah dengan perekonomian yang telah disajikan tingkat perkembangan selama tahun terakhir. Pendapatan per kapita telah meningkat dari US $ 3.000 tahun 1990 menjadi US$ 14.300 tahun 2010. Upah minimum meningkat menjadi US$ 350 tahun 2010 dan harga inflasi dan pengangguran saat ini 1,4% dan 8,6% masing-masing. Chili nilai tinggi dalam beberapa indikator kesehatan, seperti harapan hidup kelahiran (81.2 tahun bagi perempuan dan 78,1 tahun untuk pria), angka kematian bayi (8.3 per 1000 kelahiran hidup) dan cakupan mengenai Layanan Kesehatan, bila dibandingkan dengan negara-negara lain dari tingkat yang sama pembangunan tetapi masih ada ketidakadilan penting dalam pendapatan distribusi, pendidikan, pekerjaan dan kesehatan dan akses kesehatan. Negara ini akan melalui transisi epidemiologis dan demografis yang ditandai dengan penurunan persentase populasi di bawah usia 15 tahun dan persentase peningkatan populasi lansia. Penyakit menular bebas yang meningkat secara relatif dan mutlak. Pada tahun 2015, nominal Gross Domestic Product (GDP) at Market Prices menurut The World Bank (sebesar us $ 240.796 Miliar). (World Health Organizatin, 2016)

Populasi meningkat 29,9% antara tahun 1990 dan 2010. Pada tahun 1990, struktur penduduk dalam kelompok-kelompok yang lebih tua dari 25 tahun dan lebih muda dari 15 tahun, dengan relatif kesamaan antara orang antara 15 dan 29 tahun, mencerminkan perubahan dalam fertility selama tiga dekade sebelumnya. Pada tahun 2010, bentuk piramida bergeser ke usia remaja dan struktur populasi menyajikan beberapa stabilitas dalam orang-orang muda dari 50 tahun, mencerminkan kesuburan rendah dan kematian di lima dekade sebelumnya. (Pan American Health Organization, 2010)

Harapan hidup pada saat lahir di Chili adalah hampir 79 tahun, satu tahun lebih rendah daripada rata-rata OECD yaitu 80 tahun. Harapan hidup bagi perempuan adalah 81 tahun, dibandingkan dengan pria adalah 76 Tahun. Tingkat atmosfer PM 2.5 kecil polutan partikel udara cukup kecil untuk masuk dan menyebabkan kerusakan paru-paru adalah 18.5 mikrogram per meter kubik, lebih tinggi daripada rata-rata OECD yaitu 14.05 mikrogram per meter kubik. Chili bisa melakukan lebih baik dari segi kualitas air, seperti 71% dari orang-orang mengatakan mereka puas dengan kualitas air mereka, lebih rendah dari rata-rata OECD yaitu sebesar 81%. (OECD, 2015)

Dari sisi pembangunan manusia, Chili termasuk negara dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi hal itu dikarenakan nilai HDI Chili untuk tahun 2015 adalah 0,847, memposisikannya di 38 dari 188 negara dan wilayah. Antara Tahun 1990 dan 2015, Chili IPM nilai meningkat dari 0.700 untuk 0.847, peningkatan 20,9 persen. Tabel 1.1 mengulas kemajuan Chili di masing-masing indikator IPM. Antara tahun 1990 dan 2015, harapan hidup Chili saat kelahiran meningkat 9,3, rata-rata tahun sekolah meningkat 1.8 tahun dan diharapkan tahun-tahun sekolah meningkat sebesar 3,4 tahun. Chili di GNI per kapita meningkat sekitar 149.4 persen antara tahun 1990 dan 2015. (UNDP, 2016)

Selama periode antara 1990 dan 2015 Chili, Argentina dan Uruguay mengalami tingkat kemajuan yang berbeda untuk meningkatkan HDI mereka. HDI 2015 Chile sebesar 0,847 berada di bawah rata-rata 0,892 untuk negara-negara dalam kelompok pengembangan manusia yang sangat tinggi dan di atas rata-rata 0,751 untuk negara-negara di Amerika Latin dan Karibia. Dari Amerika Latin dan Karibia, negara-negara yang dekat dengan Chile pada tingkat HDI 2015 dan sampai batas tertentu dalam ukuran populasi adalah Argentina dan Peru, yang memiliki peringkat HDI masing-masing 45 dan 87. (UNDP, 2016)

Tabel 1.1 Perkembangan IPM dan Komponennya di Chili,

Tahun 1990  – 2015

6
Sumber: Human Development Report of Chili 2016, UNDP

1.2       Analisis Tingkat Mortalitas dan Morbiditas di Chili

Ukuran-ukuran mortalitas atau kematian yang dapat digunakan untuk menggambarkan derajat kesehatan penduduk diantaranya angka kematian kasar/Crude Death Rate (CDR), angka kematian bayi/Infant Mortality Rate (IMR), Neonatal Mortality Rate, angka kematian anak balita/Under-five Mortality Rate (U-5MR),  angka harapan hidup saat lahir/life expectancy at birth (eo), angka kematian menurut penyebab, dan angka kematian ibu/Maternal Mortality Ratio (MMR). (World bank,2016)

Angka Kematian Kasar/ Crude Death Rate (CDR) di Chili

Angka kematian kasar/Crude Death Rate (CDR) merupakan ukuran yang menggambarkan jumlah kematian per 1.000 penduduk. Chili salah satu negara yang memiliki angka kematian yang rendah. Angka Kematian Kasar pada tahun 2015 tercatat sebesar 5 sampai 6 kematian per 1000 penduduk, berbeda dengan negara seperti Argentina yang memiliki angka kematian cukup tinggi sebesar 7 sampai 8 kematian per 1000 penduduk. (World bank,2016)

Angka Kematian Bayi/ Infant Mortality Rate (IMR) di Chili

            Angka kematian bayi yang disajikan meliputi angka kematian bayi/Infant Mortality Rate (IMR) dan Neonatal Mortality Rate.  Angka kematian bayi (IMR) merupakan salah satu aspek penting dalam mendeskripsikan tingkat pembangunan manusia dari sisi kesehatan penduduk. Angka kematian bayi terkait langsung dengan target kelangsungan hidup anak dan merefleksikan kondisi sosial, ekonomi dan lingkungan tempat tinggal. Bayi yang baru lahir mempunyai risiko kematian yang tinggi, sehingga diperlukan perawatan yang tepat untuk meningkatkan peluang kelangsungan hidupnya. (World bank,2016)

            Angka kematian bayi di Chili pada tahun 2015 tercatat sebesar 7 kematian per 1000 penduduk jauh lebih rendah dibandingkan dengan negara kawasan Argentina, Peru, dan Latin America and the Carabbean. Neonatl Mortality Rate pada tahun 2015 tercatat 4 sampai 5 kematian per 1000 penduduk. (World bank,2016)

Angka Kematian Anak Usia Bawah Lima Tahun/Under-five Mortality Rate (U-5MR) di Chili

Angka kematian anak usia bawah lima tahun/Under-five Mortality Rate (U-5MR) menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anak dan faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap kesehatan anak seperti gizi, sanitasi, penyakit infeksi dan kecelakaan.Angka kematian balita (U5MR) pada tahun 2015 di Chili sebesar 8,10 kematian per 1.000 anak balita, hal ini menggambarkan banyaknya angka kematian balita pada tahun 2015 di Chili adalah sebanyak 8 sampai 9 kematian per 1.000 anak balita. Angka ini tergolong rendah jika dibandingka dengan negara lain di Wilayah Amerika Selatan. (World bank,2016)

Angka Kematian Ibu/Maternal Mortality Ratio (MMR) di Chili

Angka kematian ibu/ Maternal Mortality Ratio ialah kematian perempuan ketika hamil sampai dengan 42 hari setelah persalinan yang disebabkan oleh hal-hal yang berkaitan dengan kehamilannya. Banyak faktor yang mempengaruhi kematian ibu, seperti status gizi ibu selama hamil, saat melahirkan, atau selama 42 hari setelah melahirkan. Angka kematian ibu di Chili sebesar 22 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Perbandingan negara dengan dunia masuk daftar urutan 131 termasuk sudah cukup baik karena rendah dibandingkan dengan Argentina yang masuk daftar urutan 84 (Worldbank, 2016).

Angka Harapan Hidup Saat Lahir/Life Expectancy at Birth (eo) di Chili

Derajat kesehatan suatu negara dapat dilihat dari angka harapan hidup saat lahir/life expectancy at birth (eo) penduduknya. Semakin tinggi Angka Harapan Hidup menunjukkan semakin tinggi derajat kesehatannya, karena tingkat kematian menurun terutama pada penduduk usia tua.

Dilihat dari angka harapan hidup saat lahir, pada tahun 2015 angka harapan hidup penduduk Chili 81,78 tahun, cukup tinggi jika dibandingkan dengan beberapa wilayah di sekitarnya. Rendahnya angka kematian dan tingginya angka harapan hidup di Chili mencerminkan bahwa secara umum derajat kesehatan penduduk yang sudah sangat baik. (World bank,2016)

Tabel 1.2 Indikator Kematian di Chili dan Negara Lainnya.

7
Sumber: World bank,2016 (Data Diolah)

Penyebab Kematian pada Balita di Chili

Kelainan kongenital menjadi penyebab kematian balita sebesar 37 persen, diikuti oleh Prematuritas sebesar 27 persen dan cedera saat lahir pada peringkat keempat sebesar 8 persen. Ketiga penyebab kematian ini merupakan penyebab yang terjadi sejak lahir. Masih terdapat kematian balita yang disebabkan oleh infeksi seperti infeksi saluran pernapasan akut, sepsis dan diare.(WHO,2013)

Gambar 1.4 Distribution of Causes of Deaths in Children Under 5 di Chili Tahun 2013

8
Sumber: WHO, 2013

2. Analisis Kecenderungan Tingkat Mortalitas dan Morbiditas di Chili

Selama Sembilan decade sejak tahun 1960, Chili juga dicirikan sebagai transisi demografis yang maju . Chili mengalami suatu transisi demografi, kondisi kelahiran dan kematian yang cukup tinggi berubah, bergerak menuju kondisi kelahiran dan kematian yang rendah. Angka kelahiran (CBR) dan angka kematian (CDR) terus mengalami penurunan. (World bank,2016)

Terlihat pada grafik 2-1 bahwa Chili pada awal 1960an memiliki tingkat kelahiran tinggi dan kematian yang rendah. Transisi demografi di Chili terjadi dengan penurunan tingkat fertilitas yang tajam dalam kurun waktu 55 tahun. Di sisi lain, tingkat kematian juga mengalami penurunan yaitu dari 12,36 per 1.000 penduduk pada tahun 1960 menurun menjadi setengahnya pada tahun 1991 (6,02 per 1.000 penduduk). Setelah tahun 1991 selama 24 tahun terakhir CDR di Chili mengalami penurunan yang lambat, yaitu 5,09 per 1.000 penduduk tahun 2011 dan sedikit mengalami kenaikan kembali tiap tahunnya samapi pada tahun 2015 menjadi 5,14 per 1.000 penduduk.Hal ini dikarenakan Chili baru-baru ini dimasukkan ke dalam sorotan internasional setelah peristiwa penting termasuk gempa 8,8 pada tahun 2010 yang berada di peringkat kelima atau keenam terbesar di dunia, karena ada bencana tersebut mengakibatkan banyak yang meninggal, setelah itu tingkatl kelahiran diperhatikan dan mulai meningkan perlahan samapi saat ini. (Gitlin, 2012)

Angka kematian kasar menunjukkan jumlah kematian yang terjadi selama tahun per 1.000 penduduk diperkirakan tengah tahunan. Mengurangi angka kematian mentah dari angka kelahiran mentah menyediakan tingkat kenaikan alamiah, yang sama dengan laju perubahan populasi dalam ketiadaan migrasi.(Worldbank, 2016)

Grafik 2-1 Transisi Demografi Chili 1960-2016

10
Sumber: Worldbank, 2016

2.1 Angka Kematian Kasar/Crude Death Rate (CDR)

Angka Kematian Kasar (CDR) di Chili menunjukkan tren yang semakin menurun dari tahun 1960-2015. Pada tahun 1960, secara umum terdapat 12,36 kematian per 1.000 penduduk menurun menjadi 5,14 kematian per 1.000 penduduk tahun 2015. Artinya, pada tahun 2015 terdapat 5 sampai 6 orang yang meninggal dari setiap 1.000 orang penduduk. (World bank,2016)

Grafik 2-2 Tren Perbandingan Angka Kematian Kasar Chili dengan Negara Lain

1960-2015

11
Sumber: Worldbank, 2016

Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan CDR negara-negara Amerika Selatan dimana pada tahun yang sama CDR Argentina sebesar 7,55 per 1.000 penduduk, Latin America dan Caribbean sebesar 5,93 per 1.000 penduduk, dan Peru sebesar 5,62 per 1.000 penduduk. (World bank,2016)

2.2 Angka Kematian Bayi/Infant Mortality Rate (IMR)

            Angka Kematian Bayi di Chili menunjukkan kecenderungan yang semakin menurun dari tahun 1969-2015. Pada tahun 1969 terdapat 69,1 kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup di Chili artinya ada sebanyak 69 sampai 70 kematian bayi yang terjadi setiap 1.000 kelahiran hidup di Chili. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan Latin America & Caribbean dan Peru . Lima Puluh Lima tahun kemudian, angka tersebut menurun sangat drastis menjadi 7 artinya terdapat 7 kematian bayi setiap 1.000 kelahiran hidup. Pencapaian ini lebih baik dibandingkan IMR negara kawasan Argentina, Latin America & Caribbean dan Peru. Angka ini menunjukkan bahwa Chili telah berhasil mencapai target MDGs keempat yaitu menurunkan Angka Kematian Bayi menjadi 10 per 1.000 kelahiran hidup pada tahun 2015. (World bank,2016)

Grafik 2-3 Tren Perbandingan Angka Kematian Bayi di Chili dengan Negara Lain Tahun 1969-2015

13
Sumber: World Bank, 2016

Neonatal Mortality rate  pada tahun 2015 tercatat 4 sampai 5 kematian per 1.000 penduduk. Pada Tahun yang sama jika dibandingkan dengan Negara lain dikawasan Amerika Selatan Chili termasuk rendah. Neonatal Mortality rate di Argentina tercatat 6 sampai 7 kematian per 1.000 penduduk. Neonatal Mortality rate di Latin America dan Caribbean tercatat 9 sampai 10 kematian per 1.000 penduduk. Neonatal Mortality rate di Peru tercatat 8 sampai 9 kematian per 1.000 penduduk. (World bank,2016)

Grafik 2-4 Perbandingan Tren Neonatal Mortality rate  di Chili dengan Negara Lain 1990-2015

14
Sumber: World Bank, 2016

2.3 Angka Kematian Anak Usia Bawah Lima Tahun/Under-five Mortality Rate (U-5MR)

Angka Kematian Balita (usia dibawah 5 tahun atau Under 5 Mortality Rate) di Chili menunjukkan kecenderungan yang menurun dari tahun 1969-2015. Pada tahun 1969, terdapat sebanyak 81,7 kematian balita per 1.000 kelahiran hidup di Chili artinya terdapat 80 sampai 81 anak yang meninggal sebelum ulang tahun ke-5 dari setiap 1.000 kelahiran hidup. Angka ini menurun drastis pada tahun 2015 menjadi hanya 8,1 kematian balita per 1.000 kelahiran hidup. Penurunan U5MR yang tajam ini termasuk pencapaian yang sangat baik dibandingkan dengan negara Amerika Selatan lain seperti Argentina, Latin America dan Caribbean dan Peru. Pencapaian ini menjadikan Chili berhasil melampaui target MDGs yaitu menurunkan Angka Kematian Balita (U5MR) dengan baik. (World bank,2016)

Grafik 2-5 Perbandingan Tren Angka Kematian Balita di Chili dan Negara Lain

1969-2015

16
Sumber: World Bank, 2016

2.4 Angka Harapan Hidup Saat Lahir/Life Expectancy at Birth (eo)

Angka harapan hidup penduduk Chili mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, menunjukkan semakin membaiknya kesehatan penduduk Chili. Pada tahun 1960, usia harapan hidup di Chili sebesar 57,46  tahun sedikit lebih tinggi jika dibandingkan Latin America dan Caribbean dan Peru tetai dibawah Argentina. Usia harapan hidup di Chili  meningkat sebanyak 24 tahun dalam kurun waktu 55  tahun menjadi 81,79 tahun pada tahun 2015. Jika dibandingkan dengan rata-rata usia harapan hidup di negara Amerika Selatan lainnya, angka ini tergolong lebih tinggi. Artinya, masyarakat Chili diestimasikan akan hidup lebih lama jika dibandingkan rata-rata penduduk di negara Amerka Selatan lainnya. (World bank,2016)

Grafik 2-6 Perbandingan Tren Usia Harapan Hidup di Chili dan Negara Lain

1960-2015

17
Sumber: World Bank, 2016

Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, selama kurun waktu lebih dari 50 tahun, Usia Harapan Hidup Saat Lahir pada laki-laki dan perempuan di Chili meningkat sebesar 24 tahun. Tren Usia Harapan Hidup saat lahir di Chili ini lebih tinggi pada perempuan dibandingkan laki-laki sejak tahun 1960 sampai dengan 2015. (World bank,2016)

Grafik 2-7 Perbandingan Tren Usia Harapan Hidup di Chili dan Negara Lain 

Berdasarkan  Jenis Kelamin 1960-2015

19
Sumber: World Bank, 2016

2.5 Angka Kematian Ibu/ Maternal Mortality Ratio (MMR)

Angka Kematian Ibu di Chili mengalami penurunan dalam waktu 1990-2015. Pada tahun 1990, Angka Kematian Ibu di Chili sebesar 57 per 100.000 kelahiran hidup. Angka ini lebih rendah dibandingkan dengan Argentina sebesar 72 per 100.000 kelahiran hidup, Latin America & Caribben sebesar 135 per 100.000 kelahiran hidup dan Peru sebesar 251 per 100.000 kelahiran hidup. Dalam kurun waktu 25 tahun kemudian, AKI di Chili menurun melebihi setengahnya yaitu 22 per 100.000 kelahiran hidup. Tren penurunan ini lebih cepat dibandingkan dengan Argentina, Latin America & Caribben dan Peru. (World bank,2016)

Grafik 2-8 Perbandingan Tren Angka Kematian Ibu di Chili dan Negara Lain

1990-2015

20
Sumber: World Bank, 2016

3. Analisis Pola dan Perbedaan Tingkat Mortalitas dan Morbiditas di Chili

Pola kematian di suatu negara dipengaruhi oleh banyak faktor, di antaranya ketersediaan fasilitas kesehatan, kecukupan tenaga medis sampai dengan wilayah terkecil, pendidikan, pendapatan, ketersediaan asuransi kesehatan dan sebagainya. Pola kematian bayi dan anak relatif berbeda jika dilihat menurut wilayah tempat tinggal, pendidikan ibu, indeks kekayaan, jenis kelamin dan usia ibu saat melahirkan. Wilayah tempat tinggal berhubungan erat dengan ketersediaan fasilitas kesehatan dan tenaga kesehatan, pendidikan ibu berhubungan dengan pengetahuan ibu tentang kesehatan, kekayaan berhubungan dengan kemampuan untuk membayar layanan kesehatan, dan usia ibu saat melahirkan berhubungan dengan kesiapan ibu dari sisi fisik dan psikis untuk melahirkan atau memiliki anak.

3.1 Pola dan Perbedaan Tingkat Mortalitas dan Morbiditas Menurut Jenis Kelamin Anak di Chili

Kematian bayi dan kematian balita jika dilihat menurut jenis kelamin, terlihat angka kematian bayi dan anak laki-laki lebih tinggi jika dibandingkan dengan perempuan Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor di antaranya daya tahan terhadap penyakit, aktifitas fisik dan kecukupan pemberian gizi terhadap anak. Umumnya bayi dan anak perempuan memiliki daya tahan yang lebih tinggi dari penyakit. Sedangkan bayi dan anak laki-laki cenderung lebih aktif dibandingkan perempuan sehingga lebih rawan mengalami kejadian seperti terjatuh dan sebagainya. Asupan gizi anak laki-laki lebih tinggi jika dibandingkan dengan anak perempuan, sehingga kemampuan memberikan gizi yang cukup pada anak akan mempengaruhi kelangsungan hidup anak.

Grafik 31 Indikator Kematian Bayi dan Balita menurut Jenis Kemalin di Chili

1990-2015

21
Sumber: World Bank, 2016

4. Analisis Faktor-Faktor yang mempengaruhi Mortalitas dan Morbiditas di Chili4.1 Penyebab Morbiditas

Pada tahun 1938, Chili menjadi negara berkembang pertama untuk membangun sistem kesehatan negara untuk pencegahan penyakit kardiovaskuler (CVD). Meskipun prevalensi faktor-faktor risiko CVD (Rokok, kolesterol tinggi dan trigliserida, hipertensi, dan aterosklerosis) lebih rendah daripada di negara-negara industri, selama 50 tahun terakhir CVD insidens di Chili telah meningkat pesat. Penyakit kardiovaskular didiagnosis pada 25% dari pasien rawat jalan di Departemen National Health Service. Hipertensi adalah penyebab pertama morbiditas antara populasi orang dewasa (10%). Antara tahun 1960 dan 1980, CVD kematian meningkat dari 14 terdiri dari 27% dari semua kematian. Kematian usia tertentu untuk penyakit jantung iskemik meningkat selama periode yang sama dari 407 untuk 699 per 100.000 penduduk. Survei dari populasi orang dewasa yang umum menunjukkan prevalensi hipertensi hampir 20%. Komunitas hipertensi tindak lanjut program memperoleh hanya 50% kepatuhan, dan tekanan darah normal dalam hanya satu-sepertiga dari pasien hipertensi. Ini kemungkinan bahwa standar hidup rendah mungkin telah mempengaruhi hasil miskin program pencegahan. (Coke R, 1985)

Selain itu, kondisi ekonomi dan sosial yang membaik telah menyebabkan peningkatan konsumsi makanan tinggi kalori dan bersamaan dengan peningkatan tajam dalam sedentarisme, menghasilkan tingkat kegemukan dan obesitas yang lebih tinggi di kalangan muda dan tua (Santos et al., 2004). Prevalensi gaya hidup di antara Chili sangat tinggi, diperkirakan sebesar 89,4%. (Bambs, Cerda, & Escalona, ​​2011)

4.1.1 Penyakit menular.

Vector-borne Diseases

Penyakit Vector-borne penyakit Chagas’ memanjang dari wilayah Chili saya ke VI wilayah, termasuk wilayah Metropolitan Santiago. Pada tahun 1999, vector-borne transmis rypanosoma cruzi oleh Triatoma infestans pada inter-rupted. Kematian adalah 0.3 kematian per 100.000 penduduk, yang 80% yang disebabkan oleh cardiopathies dan sisanya untuk jenis lain dari visceromegaly. Baik kasus demam kuning, wabah, atau schistosomiasis maupun adat kasus malaria telah dilaporkan. Tahun 2010 ada empat kasus leptospirosis (0.03 per 100.000 penduduk) dan 23 dikonfirmasi kasus demam berdarah di masyarakat (0.1 kasus per 100.000). Namun, kedua penyakit yang terjadi hanya di Pulau Paskah, 3.500 km dari daratan Chili. Juga di 2010, 59 kasus penyakit karena infeksi hantavirus tercatat, dengan insidens 0,35 kasus per 100.000 penduduk dan tingkat kasus kematian sebesar 18%. Penyakit ini hadir maksimalisasi keuntungan menjadi, dengan lokal musiman wabah (70% antara bulan November dan April) di beberapa daerah di Negara. (Health in the America, 2012)

Penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin

Penyakit Polio, penyakit bisa disingkirkan dengan pencegahan Vaktin Polio . Virus Polio liar tidak dalam sirkulasi, dan kasus-kasus yang berkaitan dengan vaksin belum dilaporkan. Cakupan vaksinasi adalah 96%. Ada kasus Difteri telah dilaporkan. Cakupan dosis ketiga DPT adalah 96%. Sejak tahun 2004, kasus-kasus adat campak, penyakit yang dianggap dalam proses eliminasi, belum dikonfirmasi. Ada kasus rubella telah dilaporkan sejak 2008. Kejadian tahunan batuk rejan telah 4.4 kasus per 100.000 penduduk, dengan 79,7% kasus anak-anak di bawah 5 tahun. Tetanus terjadi secara sporadis, dengan tujuh kasus tahun 2010 (0,04 kasus per 100.000), tetapi tidak ada kasus neonatal tetanus dilaporkan. Pada tahun 2010, 857 kasus gondok yang dilaporkan (5 kasus per 100.000 penduduk), terutama mempengaruhi anak-anak di bawah 15 (74.6%). Epidemi influenza muncul setiap tiga atau empat tahun. Pada 2009, 16,096 kasus yang dilaporkan (1,05 per 100.000 penduduk), terutama pada orang antara usia 5 dan 19 tahun, dan kematian dari penyakit 0.9 per 100.000. Influenza a (H1N1) adalah bertanggung jawab untuk 4,037 kasus. Pada tahun 2010, insiden hepatitis B dan hepatitis C adalah 3.3 dan 3,5 kasus per 100.000, masing-masing. Terdapat 79 kasus yang dilaporkan meningococcal meningitis (0.6 kasus per 100.000 penduduk), 55% dari anak-anak yang terlibat di bawah 5. Tingkat kasus kematian adalah 8,6% .(Health in the America, 2012)

Zoonosis

Hydatidosis zoonosis endemik di Chili. Pada tahun 2010, 220 kasus yang dilaporkan (2.14 per 100.000 penduduk); mereka yang terkonsentrasi di daerah pedesaan, domba-merumput. Hydatidosis menyebabkan antara 30 dan 40 kematian setiap tahunnya, dan kematian akibat penyakit 0.2 per 100.000 penduduk. Antraks terjadi sporadis di Chili: 1 kasus dilaporkan pada tahun 2009, tetapi ada Apakah tidak ada di tahun 2010. Ada 5 kasus brucellosis tahun 2010 (0,03 kasus per 100.000), tetapi tidak ada kematian yang dilaporkan. Ada 14 kasus trichinosis di 2010, atau 0,08 kasus per 100.000 penduduk; ada antara nol dan dua kematian per tahun selama periode pelaporan. Semua wabah yang berkaitan dengan pembantaian klandestin babi. Kasus rabies manusia tidak terjadi sejak 1996.(Health in the America, 2012)

HIV/AIDS dan infeksi menular seksual lainnya

Diperkirakan bahwa ada 40.000 operator HIV di 2009, dengan prevalensi 0,4% (12 operator per 100.000 penduduk). Dari mereka yang terinfeksi, 97,5% dari mereka adalah lebih dari 15 tahun, dengan tingkat yang lebih tinggi di-30-39 tahun. Rasio laki-laki laki-laki adalah 3,6 HIV dan 5.6 untuk AIDS. Di 43.0% dari orang-orang yang operator HIV, transmisi telah terjadi melalui hubungan seks dengan laki-laki; dalam 79.6% perempuan, transmisi telah melalui heteroseksual hubungan. Prevalensi HIV di kelompok berisiko tinggi diperkirakan 5%. Tingkat kasus kematian telah cenderung terus ke bawah, dan dengan peningkatan tingkat kelangsungan hidup karena dijamin akses ke antiretro – terapi virus. Kejadian tahunan syphilis pada 2008 adalah 16.6 kasus per 100.000 penduduk, dengan 2,2% dari makhluk bawaan sifilis. Pada tahun 2008, sebagian besar kasus yang dilaporkan pada wanita (53%), dan kelompok umur yang paling terkena dampak braket 20-24. Insiden gonore adalah 5.6 kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2008, dengan 86,4% dari kasus yang sedang pada pria. Pada tahun 2003, 0,1% dari populasi lebih dari 17 tahun membawa virus hepatitis B. Sementara itu, 15% perempuan seksual aktif pembawa virus papiloma manusia, dan prevalensi tinggi antara orang-orang di bawah 35 (23%) (Health in the America, 2012)

Tuberkulosis

Tingkat insiden tuberkulosis menolak 13,8 kasus per 100.000 penduduk pada tahun 2008. Penurunan ini harus dilakukan dengan pencegahan dan pengendalian kegiatan program, seperti mikroskop dahak-smear dan budaya untuk tujuan diagnosis dan kontrol serta pengobatan untuk semua jenis penyakit. (Health in the America, 2012)

Penyakit Usus

Demam tifoid dan demam paratipus adalah penyakit endemis dengan kecenderungan musiman (Maret, Oktober dan November). Insidens di 2010 adalah 1.0 kasus per 100.000 penduduk. Insiden adalah lebih tinggi di dua daerah utara, yaitu Antofagasta dan Arica dan Parinacota. Kelompok usia pada risiko terbesar adalah orang-orang 15-24 tahun. Hepatitis A muncul dalam bentuk endemik menengah, dengan wabah setiap 4 atau 5 tahun. Insidens di 2010 adalah 3.2 kasus per 100.000 penduduk. Ini terutama mempengaruhi orang 5 sampai 14 tahun (33%) . (Health in the America, 2012)

4.1.2 Penyakit kronis, tidak menular

Pada tahun 2010, prevalensi diperkirakan diabetes mellitus adalah 9.4% (8.4% pada pria dan 10.4% pada wanita). Tingkat meningkat dengan usia, mencapai 16.9%in kelompok usia 45-64 dan 25.8% di 65- dan – di atas kelompok. Kematian dari penyakit 20,8 per 100.000 pada 2010. Sementara itu, kematian dari penyakit jantung iskemik adalah 48.9 per 100.000, sementara kematian dari penyakit serebrovaskular 49,0 per 100.000. Tingkat rawat inap untuk penyakit jantung iskemik adalah 127.9 per 100.000 penduduk, dan tingkat penyakit serebrovaskular 124.7 per 100.000. (Health in the America, 2012)

4.1.3 Penyakit Gizi

Populasi Chili atas usia 15 tahun, 64,5% dari mereka membawa kelebihan berat badan (indeks massa tubuh > 25): 39 ayat 3% kelebihan berat badan, dan 25,1% mengalami obesitas (termasuk 2,3% dengan obesitas morbid). Hanya 1,8% dari populasi underweight (1,1% laki-laki, 2,4% perempuan) (Health in the America, 2012)

4.1.4 Kecelakaan dan Kekerasan

Kecelakaan yang ketiga penyebab utama kematian. Pada tahun 2009, kematian dari kecelakaan 48.2 kematian per 100.000 penduduk, dan 3,5 kali lebih besar pada pria dibandingkan pada wanita. Kematian terkait dengan kecelakaan lalu lintas adalah 12.8 per 100.000 penduduk dan lima kali lebih besar pada pria dibandingkan pada wanita. Kematian dari terutama orang dewasa, dan lebih tinggi di antara mereka yang lebih tua dari 20. (Health in the America, 2012)

4.1.5 Gangguan mental

Pada tahun 2009, prevalensi depresi diperkirakan 17,2% (8.5% pada pria dan 25,7% pada wanita), dan kejadian tahunan skizofrenia dalam populasi orang dewasa diperkirakan 12,0 per 100.000 penduduk. Tingkat usia disesuaikan bunuh diri selama 2006 – 2008 adalah 7.1 per 100.000 penduduk. Di antara orang dewasa, 17.7% berada pada risiko menjadi peminum masalah (29,3% laki-laki dan 6,7% perempuan) (3, 15). Nasional Mental Kesehatan rencana tahun 2000 – 2010 termasuk strategi untuk memperkuat program sistem umum bahwa mengatasi masalah kesehatan ini. (Health in the America, 2012)

Risiko dan faktor-faktor perlindungan. Menurut National kualitas hidup dan kesehatan survei 2009 – 2010 , prevalensi diperkirakan hipertensi pada orang dewasa adalah 26.9% (28,7% pada pria dan 25,3% pada wanita). Prevalensi tinggi kolesterol total adalah 38,5% (39.0% pada pria, 38.1% pada wanita). Lebih dari setengah dari orang dewasa disajikan setidaknya dua dari kepala kardiovaskular faktor risiko (Rokok, usia, sejarah keluarga, kolesterol tinggi, dan hipertensi), dan 6.6% penduduk di atas usia 17 ditemukan berada pada risiko tinggi kardiovaskular, diabetes. Gaya hidup menetap mempengaruhi 88.6% dari orang dewasa, dengan tingkat paling parah yang ditemukan di 27,1% orang dewasa (22.2% laki-laki dan 37,1% perempuan). Antara mereka 24-44 tahun, 39% dari mereka secara bersamaan hadir Rokok, kelebihan berat badan (kelebihan berat badan atau obesitas), dan gaya hidup. (Health in the America, 2012)

4.2 Penyebab Mortalitas

Tahun 2015 kematian di Chili tertinggi disebabkan oleh penyakit Ginjal Kronis sebanyak 14 persen kemudian diikuti oleh luang cancer sebesar 13 persen dan oleh Hypertensive heart disease, Diabetes, Alzheimer disease, dan COPD sebesar 11 persen. Jika dijumlahkan, persentase kematian akibat penyakit tidak menular (penyakit Ginjal Kronis, kanker, diabetes dan penyakit tidak menular lainnya) di Chili menjadi lebih dari 50 persen. Hal ini dapat disebabkan karena pengendalian penyakit menular seperti program imunisasi dan sanitasi lingkungan yang baik atau karena faktor risiko penyakit tidak menular yang meningkat di Chili.

Gambar 4.1.2.1 Persentase Kematian Menurut Penyebab Tahun 2015

 

22
Sumber: World Health Organization

5. Analisis Program-Program Kesehatan yang dilakukan dalam upaya mengendalikan Tingat Mortalitas dan Morbiditas di Chili

Chili menghabiskan 8,2% produk domestik bruto untuk perawatan kesehatan (CIA World Factbook, 2011) yang mendekati biaya perawatan kesehatan Jepang yang relatif rendah (7,9%) dan dibandingkan dengan Amerika Serikat, yang menghabiskan dua kali lipat jumlah tersebut (Muramatsu & Akiyama , 2011).

5.1 Peran Pelayanan Sistem Kesehatan

Sistem kesehatan publik, swasta, dan negara melakukan kepemimpinan dan peran regulasi melalui Kementerian Kesehatan (Tabel 4.1). Sektor pembiayaan berasal terutama dari negara, pekerja dan perusahaan kontribusi dan berani pembayaran. Kesehatan Superintendency melaksanakan pengawasan untuk memastikan bahwa jaminan asuransi dan penyediaan layanan bertemu. Sejak 1990, ada tertentu reformasi dalam sistem kesehatan, meskipun struktur dasar yang didirikan pada tahun 1979 dengan organisasi, asuransi, pembiayaan, dan penyediaan layanan tetap di tempat. Antara tahun 2006 dan 2010, pemerintah menempatkan penekanan pada perlindungan sosial, yang tercermin dalam Program kesehatan theChileCreceContigo(ChileGrowswithYou). Dalam dekade terakhir, kesehatan tujuan 2001 – 2010 dipandu pengembangan di sektor, bersama dengan serangkaian reformasi yang khusus dirancang untuk menggabungkan fungsi sistem. Penilaian 2010 kemajuan ke arah tujuan tersebut adalah dasar untuk kesehatan sepuluh tahun rencana 201 1-2020, yang tujuan adalah untuk mempertahankan apa yang telah dicapai di sektor kesehatan; untuk mengatasi tantangan-tantangan yang ditimbulkan oleh penuaan serta perubahan dalam gaya hidup dan masyarakat; untuk mengurangi ketidakadilan Kesehatan; dan untuk im membuktikan kualitas layanan. Pada tahun 2010, Komisi kesehatan Presiden membuat proposal untuk cabang eksekutif untuk memodernisasi kebijakan kesehatan saat ini dan merumuskan rencana baru dengan jaminan yang mewujudkan solidaritas dan universalitas. (Health in the America, 2012)

Tabel 51 Fungsi sistem kesehatan terkemuka entitas dan sektor di Chili

23
Sumber : Health in the America, 2012

Sistem kesehatan campuran dibiayai dengan dana publik dan Pribadi yang dialokasikan untuk dan ditransfer antara entitas asuransi berbagai sistem dan penyedia layanan. Dana berasal dari anggaran umum negara, yang dipasok oleh pajak Umum dan khusus yang orang membayar. Dana swasta termasuk langsung dan Oseanografi internasional-tions, orang-orang berani pengeluaran dan premi yang pelanggan membayar ke sistem asuransi swasta. Pengeluaran berani terdiri dari copayments untuk perawatan medis, pembayaran untuk obat-obatan, dan biaya untuk perawatan medis pribadi yang pengguna membayar langsung ke penyedia layanan. Pada 2009, total pengeluaran kesehatan diwakili 8.3% dari PDB. Dari jumlah itu, 47.4% ditutupi oleh dana publik dan mewakili 16% dari anggaran pemerintah. Pengeluaran pribadi, 64,6% adalah pengeluaran langsung atau out-of-saku (yang paling Pasal jenis pengeluaran). Antara tahun 2005 dan 2009, pengeluaran per kapita kesehatan meningkat sebesar US$ 841, untuk US$ 1,185. Meskipun kenaikan itu, expendi-saan pribadi adalah sebagian besar dari total daripada pengeluaran publik, yang membuatnya sulit untuk mencapai universalitas dengan keadilan dan efisiensi. (Health in the America, 2012)

5.2 Kinerja Sistem Kesehatan

Sistem kesehatan umumnya telah mencapai tingkat tinggi cakupan dan akses (bahkan untuk kelompok rentan dan asuransi), sejalan dengan relatif kesehatan yang baik dari populasi. Namun demikian, ada masalah dalam manajemen dan efisiensi, dan ada ketidakadilan. Menurut kesehatan tujuan 2001 – 2010 evaluasi dan proposal yang diajukan oleh Presiden Komisi kesehatan 2010, perbaikan yang diperlukan dalam pendanaan, asuransi, Jasa pengiriman, ekuitas akses dan dampak, dan respon terhadap kesehatan penduduk prioritas kebutuhan. Akan diperlukan untuk meningkatkan manajemen, kualitas, dan keamanan perawatan; implemetasi model perawatan; untuk membuat jaringan perawatan terpadu; untuk memasukkan komunikasi dan informasi tech-nologies; dan untuk meningkatkan akses terhadap obat-obatan. Mekanisme yang dirancang untuk memantau dan meningkatkan kualitas perawatan adalah mandat untuk kesehatan Superintendency akreditasi pendirian perawatan dan fasilitas dan Kementerian Kesehatan imple-ment program seperti yang dirancang untuk mengurangi daftar tunggu. (Health in the America, 2012)

5.3 Tindakan Kesehatan Intersektoral

Kesehatan intersektoral tindakan. Dalam mencapai kesehatan tujuan 2001-2010, intersektoral kerja di tingkat nasional, regional dan lokal memainkan peran utama. Ini secara khususnya benar di kawasan promosi dan pencegahan, dan dalam hal perlindungan sosial untuk populasi yang rentan. Kerja intersektoral utama juga dilakukan untuk mengatasi konsekuensi sosial dan kesehatan dari gempa Februari 2010. Respon yang efektif ini difasilitasi oleh pengalaman yang berwenang dan pemerintah International Rescue Committee-tions dan masyarakat umum. Langkah kesiapsiagaan bencana berada di tempat, Fasilitas kesehatan yang relatif aman, bantuan internasional yang tersedia, dan ada koordinasi antara autho-rities di berbagai tingkatan. Dengan respon langkah-langkah, dari catatan khusus adalah rencana pertahanan sipil, koordinasi, dan bantuan yang diberikan kepada penduduk yang terkena dampak. Berkelanjutan penting kesehatan opera-tions yakin, seperti membangun kembali infrastruktur kritis dan pencegahan jenis komplikasi karakteristik memburuk kondisi Kesehatan, perumahan, makanan, dan penduduk negara psikososial. (Health in the America, 2012)

Chili  mengimplementasikan beberapa program kesehatan nasional untuk mengatasi morbiditas dan mortalitas di Chili, beberapa diantaranya, yaitu:

  1. Program the Bono Aude

Chili membuat kebijakan pengobatan cepat untuk pasien. (diluncurkan pada tahun 2010) mengurangi daftar tunggu yang panjang di rumah sakit umum dan memastikan cepat pengobatan untuk diasuransikan pasien dalam hal tinggi risiko penyakit. Program ini menetapkan sebuah sistem akses universal dan eksplisit menjamin untuk layanan kesehatan oleh hukum. Ini berarti bahwa orang dapat memperoleh perawatan kesehatan di sektor swasta melalui voucher (bono) jika perawatan umum tidak tersedia. Program menetapkan batas waktu maksimum untuk mendapatkan perhatian medis untuk pasien dengan salah satu dari 80 tinggi-kematian kondisi patologis. Pasien yang tidak mendapatkan pengobatan di fasilitas umum akan ditugaskan ke penyedia berbeda, publik atau swasta, melalui voucher Bono Auge dalam dua hari. Program telah menyebabkan penurunan daftar tunggu pasien dengan 113 566 jaminan yang tak terpenuhi pada akhir 2010 yang dikurangi untuk kasus-kasus 50 780 Juni 2011, dengan semua kasus yang diselesaikan dan daftar sepenuhnya dihapuskan oleh Oktober 2011. Antara pasien, 65% mengatakan mereka merasa puas dengan manfaat yang diberikan oleh program dan 81% merasa puas dengan pelayanan medis yang tersedia.

  1. Menangani kenaikan kadar obesitas

Tingkat obesitas di Chile sekarang termasuk yang tertinggi di OECD. 1 dari 4 orang dewasa di Cile mengalami obesitas pada tahun 2009. Prevalensi obesitas di Chili 25,1% populasi orang dewasa, meskipun kurang dari Amerika Serikat (35,3%) dan Meksiko (32,4%), obesitas sekarang lebih umum terjadi di Cile daripada OECD secara keseluruhan (19%). Meningkatnya biaya perawatan kesehatan harus diharapkan jika tren ini tidak ditangani. (OECD,2015)

  1. Membuat peraturan Kurangi konsumsi tembakau

Cile memiliki prevalensi perokok tertinggi ke-2 di antara orang dewasa di OECD, hampir tiga kali lebih tinggi di Swedia perokok harian pada orang dewasa Chile dengan presentase 29,8% diatas Swedia (10,7%) dan Negara-negara di OECD (19,7%). Dalam beberapa tahun terakhir, undang-undang ketat tentang produk tembakau disahkan di Cile, termasuk larangan merokok di semua ruang publik tertutup, larangan iklan yang ketat, larangan penjualan rokok tunggal dan kenaikan pajak walaupun Ini semua berdampak pada penjualan produk tembakau.

  1. Meningkatkan kualitas perawatan kanker

Cile memiliki tingkat ketahanan hidup yang relatif rendah untuk orang-orang yang didiagnosis dengan berbagai jenis kanker seperti kanker payudara dan kanker serviks. Data Tahun 2013, Skrining mamografi pada wanita berusia 50-69 Tahun menyebutkan bahwa Chile 28,3 % masih dibawah OECD (58,8%), dan Finlandia (83%). Meskipun kemajuan telah dicapai dalam meningkatkan skrining mamografi selama dekade terakhir, Chili masih memiliki tingkat skrining kanker payudara terendah ke-2 di antara negara-negara OECD (setelah Meksiko). Meningkatkan tingkat kelangsungan hidup seseorang yang mengidap kanker membutuhkan dua pencegahan yaitu memberikan dorongan untuk melakukan deteksi dini dan memperbaiki perwatan.

  1. Mengatur pasar asuransi swasta melalui pendaftaran terbuka, standarisasi tunjangan dan regulasi premi.
  2. Merumuskan perbedaan yang lebih jelas antara manfaat dasar dan asuransi tambahan
  3. Dalam jangka panjang, membuat sistem jaminan sosial terpadu untuk seluruh populasi penduduk Chili
  4. Mengumpulkan pertumbuhan apotek swasta yang menawarkan konsultasi medis
  5. Berikan pembayaran bersama untuk obat-obatan yang diresepkan, terutama untuk kelompok dengan penghasilan paling sedikit

 

Daftar Pustaka

Adioetomo dan Samosir. 2010. Dasar-dasar Demografi Edisi 2. Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Jakarta. Penerbit Salemba Empat.

A World Bank Group Flagship Report. 2016.

(http://data.worldbank.org/country/chili, diakses pada 23 Mei 2017)

Badan Intelijen Pusat (CIA). 2017. The World Factbook: Chili.

(https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ci.html , diakses pada 23 Mei 2017)

Caglevic C, dkk. Ecancermedicalscience. 2016 Dec  21;10:707. doi: 10.3332/ecancer.2016.707. eCollection 2016. Review.

Central Intellicence Agency. 2017. The World Factbook: South Amerika-Chile. https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ci.html

Coke R, Cruz. 1985. Cardiovascular diseases in Chile. NCBI.

(https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/3877926)

Gitlin, Laura N. 2012. Republik Chili: Negara dengan Tingkat Menengah Atas di Persimpangan Pembangunan Ekonomi dan Penuaan. http://www.oecd.org/chile/

Health Policy in Your Country. 2016. http://www.oecd.org/health/health-systems/Health-Policy-in-Chile-February-2016.pdf

Hertel-Fernandez AW dkk. The Chilean infant mortality decline: improvement for whom? Socioeconomic and geographic inequalities in infant mortality, 1990-2005. Bull World Health Organ. 2007 Oct;85(10):798-804. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2636498/)

OECD .2015.OECD Economic Surveys, OECD Publishing, Chile.

OECD .2015.OECD Health Statistics 2015, OECD Publishing, Chile.

http://www.oecd.org/els/health-systems/Country-Note-CHILE-OECD-Health-Statistics-2015.pdf

OECD. 2016. How’s Life in Chile?. IECD Publishing, Chile.

https://www.oecd.org/statistics/Better-Life-Initiative-country-note-Chile.pdf

OECD .2016.OCDC Health Policy , OECD Publishing, Chile.

http://www.oecd.org/health/health-systems/Health-Policy-in-Chile-February-2016.pdf

OECD .2017. OCDC Better Life Index Chile.

http://www.oecdbetterlifeindex.org/topics/housing/

Taucher E. Mortality in Chile 1955-1975: trends and causes. Notas de Población. Santiago de Chile. 1978;6

Tapia J dkk. Infant mortality due to heart disease in Chile 1988. Rev Chil Pediatr. 1991 May-Jun;62(3):190-7. Review. Spanish. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/1844931)

Todaro, Michael P dan Stephen C. Smith. 2006. Pembangunan Ekonomi Jilid 1 – Edisi Kesembilan. Penerbit : Erlangga

Pan American Health Organization, based on data from the United Nations Department of Economic and Social Affairs, Population Division,World Population Prospects, 2010 Revision. New York, 2011.

UNDP. 2016. UNDP Under-five mortality rate Chile.

http://hdr.undp.org/en/content/under-five-mortality-rate-1000-live-births

Utomo, budi, dan Soeprobo, Tara Bakti.2011. “Mortalitas dan Morbiditas”. Dasar-dasar Demografi. Jakarta: Lembaga Demografi FEUI

Vega, Jeanette .2011. Center for Epidemiology and Public Health Policy, Universidad del Desarrollo de Chile- Steps towards the health equity agenda in Chile.(http://www.who.int/sdhconference/resources/draft_background_paper25_chile.pdf)

WHO. 2017 Chile: WHO statistical profile. (http://www.who.int/gho/countries/chl.pdf?ua=1 diakses pada 23 Mei 2017 )

Worldbank.2016. Data Country Chile. (http://data.worldbank.org/country/chili)

https://www.latihancatcpns.com/?reg=jessie.j.setiawati%20atau http://tinyurl.com/yc4hspst

 

Jembatan bukan solusi kota ramah lansia

Suasana ibu kota ramai dipagi hari. Lalu lintas pengendara motor, mobil dan pejalan kaki yang padat dapat di jumpai di Jakarta. Berjalan seorang lansia mengenakan tongkat dengan tangan bergemetar berusaha melintasi jalan dengan menggunakan jembatan. Sedikit miris melihat sang nenek berjalan menanjaki jembatan hanya sekedar untuk melintas.

Terbayang dibenak saya jalanan ramah lansia dengan terowongan bawah tanah atau eskalator yang terdapat di jalan. Hanya sekedar impian, apakah kedepannya saya dapat melihat kota ramah lansia dengan fasilitas istimewa seperti itu.

Persiapan Ujian

Ada pepatah bilang siapkan amunisimu sebelum perang…

Beginilah kegiatan kami disaat menjelang Ujian baik itu UTS ataupun UAS, kami hanya sibuk meminjam dan memfotocopy catatan teman yang lengkap kemudian mendistribusikan kepada teman sekelas.

Kata “Heboh” yang tepat untuk menggambarkan suasana menjelang ujian. Ada yang sebelumnya sama sekali tidak mempunyai catatan , pada akhirnya seminggu sebelum ujian sudah sibuk -sibuk mencari catatan lengkap milik teman. Buku di awal perkuliahan tidak pernah punya, sewatu menjelang ujian baru deh pada sibuk cari buku . Kata “Kompak” tepat buat kami “No One Left Behind”

Pokoknya, apa yang berbau catatan, materi,buku, slide dari sumber manapun dan terpercaya kita pasti harus mempunyainya tepat seminggu sebelum ujian. Semua berkesan dan selalu terkenang.

Para Pejuang. Bersama-sama berjuang. Berjuang bersama.Sedih bersama senang-senang bersama itulah kami “No One Left Behind”

 

 

 

 

 

Simak UI

Judulnya Saya Ingin bercerita bagaimana jatuh bangun Saya meraih cita – cita mendapatkan gelar Magister di Universitas Indonesia.

Universitas Indonesia

Tentunya nama ini tidak asing lagi bukan?, Saya seseorang yang tidak pernah kebayang untuk bisa menempuh pendidikan di Universitas Indonesia.  Alhamdulillah pernah menjadi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan Gelar S.IA (Sarjana Ilmu Administrasi) merupakan Salah Satu pencapaian luar biasa dalam hidup Saya yang tak pernah terbayangkan diwaktu Saya berada dibangku SMA. 

Tuliskan beberapa harapan mu di sebuah buku kecil. Dimana buku itu dapat memotivasimu untuk mewujudkan impianmu.

Sukses bukan sesuatu yang dapat diraih dengan instan. Tapi Kesuksesan itu butuh sebuah pengorbanan diawali dengan impian. Tekat kuat yang akan membawamu meraih semuanya. Kamu bisa lihat Langit di atas sana bukan!

Jangan takut terjatuh kawan, disaat kamu terjatuh masih ada bintang-bintang sebagai landasan tempat kamu terjatuh, jadi jangan khawatir untuk meraih impian.

Saya seseorang yang percaya sebuah harapan yang ku tuliskan di sebuah buku itu dan saya bacakan dalam setiap doaku mengantarkan kepada kenyataan. Walapun terkadang meleset tapi ternyata lebih dari itu yang saya dapat, mungkin kemampuan dan jalan Allah yang menuntun saya supaya ada di bidang tersebut. Saya akui , saya bukan orang pintar dan cerdas, hanya orang BEJO yang memiliki tekat kuat untuk menjadi manusia yang setidaknya memiliki pendidikan yang tinggi.

Langsung saja ke topik pembicaraan saja ya. Pada saat pendaftaran SIMAK UI S1 bagi saya sangat mudah melewatinya. Cukup 1 kali mengikuti ujian masuk SIMAK UI Tahun 2011 namaku masuk ke daftar nama mahasiswa baru yang lolos SIMAK UI tersebut dan akhirnya impian menggapai bangku Sarjana dapat ku peroleh dengan mudah. Walapun saya khawatir masuk UI tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi setidaknya saya bisa kok. Mungkin BEJO sampai pada akhirnya saya menempuh kuliah S1 dari tahun 2011 dan lulus tahun 2103, semua berjalan dengan baik dan lancar.

Setelah itu tidak terfikir untuk lanjut meneruskan ke Pendidikan S2. Tetapi setiap doa dan harapan setidaknya pernah terbesit “andai masih bisa sekolah lagi”. Sampai pada akhirnya ada sebuah perusahaan dengan baik hatinya yang menawarkan beasiswa kepadaku untuk dapat menempuh kuliah S2 dimanapun dengan bidang apapun. Saya hanya terfikir untuk tetap melanjutkan di Universitas bergengsi tempat menempuh pendidikan S1 saya dulu.

Kali ini ke BEJO an sedang tidak menyertai saya. Sebelumnya jalan saya selalu lancar tetapi disini mengalami belok-belok berliku. Mungkin cobaan supaya saya sabar , terus giat dan tidak sombong bahwa sukses itu tidak dengan mudah kita dapatkan. Sampai pada akhirnya mengikuti 3 kali tes Masuk S2 Simak UI GAGAL dan ke Empat bagi saya terakhir kali saya akan mencobanya dan tidak ingin mencobanya kembali Alhamdulilah diberikan KELULUSAN , di situ tertulis “SELAMAT ANDA LULUS SIMAK UI” , sujud syukur Alhamdulillah niat kuat kesabaran tekat tidak sia-sia.

Dari pengalaman berharga ini semoga dapat mengambil pelajaran, janganlah menyerah untuk meraih sukses datang. Pasti impianmu terwujud. Setiap manusia mempunyai kekuatan untuk meraih sukses tersebut.

 

 

 

 

 

Liburan singkat akhir pekan ke sukabumi dari Bogor dengan Kereta Api

Apa ada yang baru tau kalau dari Bogor kita dapat naik kereta dan tiba di Stasiun Sukabumi. Stasiun Sukabumi merupakan stasiun yang terletak di Gunung Parang , Cikole, Sukabumi, Jawa Barat. Stasiun yang beralamat di Jl. Stasiun Barat No. 2 ini berada pada ketinggian +583 m.

Untuk sampai ke Sukabumi kereta api yang digunakan adalah Kereta Api Pangrango. Kamu juga harus memesan tiket setidaknya seminggu sebelumnya melalui online  https://tiket.kereta-api.co.id/ atau bisa juga menggunakan Fasilitas pembelian yang lainnya seperti Minimarket ataupun Vending Mesin Tiketing antarkota.

kira-kira kalau di web munculnya seperti gambar yang dibawah ini :

kai

tuh misal kamu pergi hari sabtu aja di hari Rabu tiket paginya aja udah habis. Padahal saya lihat kemarin belum ada yang habis. Maka dari itu saran saya pesanlah seminggu sebelumnya. Kalau kita mau ke Sukabumi jangan lupa loh ya hanya ada 3  jadwal pemberangkatan yaitu pukul 08.05 , 13.40 , dan terakhir 19.05 .  Ohya jangan lupa ya bahwa untuk ke Sukabumi itu kamu naiknya dari Stasiun Bogor Paledang, yang letaknya sekitar 200 meter dari Stasiun Bogor.

Misal rumah kalian di daerah depok yang menggunakan commuterline jangan lupa juga cek jadwal kebernagkatannya ya… ni info keberangkatan commuterline. Misal kamu ambil jam 21.09 tiba dari sukabumi ke bogor, kamu yang tinggal di wijalah djabodetabek masih bisa pulang naik kereta yang berangkat pukul 21.20 dari stasiun bogor , jadi kamu tidak perlu khawatir.

kki.JPG

Dan ini info rute KRL Jabodetabek

Peta-Rute-KRL-2015.jpg